Publikasi

Belajar ke Negeri K-Pop: Kunjungan ke Dongseo University
28 Agu 2018

Korea negeri yang lebih dari sekadar K-Pop, setidaknya itulah yang dirasakan oleh para mahasiswa Desain Komunikasi Visual dan International Program in Digital Media (IPDM) langsung dari studi ekskursi internasional tahun ini yang membawa mereka ke Busan dan Seoul. Studi ekskursi internasional bertajuk "Seek and You Will Find," yang diadakan dari tanggal 5 Agustus hingga 12 Agustus, membawa para mahasiswa ke berbagai tempat budaya yang menarik seperti Istana Gyeongbok, Museum Seni Busan, Museum Nasional Seni Modern & Kontemporer, Museum Mahnwa, Museum Film Korea, dan Stasiun Penyiaran MBC . Apa yang dilihat mahasiswa tersebut adalah studi tentang hal-hal fundamentak yang membentuk Korea saat ini. Sementara kunjungan ke pusat kemajuan teknologi Korea seperti Hyundai Motor Studio dan kantor pusat SK Telecom di Seoul menampilkan kilasan tentang kemungkinan masa depan di Korea. Bersama-sama, mereka memaknai dan memahami Korea saat ini sebagai tempat, negara, dan bangsa.

Namun, memahami suatu bangsa tidak lengkap tanpa memahami rakyatnya. Sebuah kunjungan ke Dongseo University di Busan memberikan mahasiswa kesempatan untuk bertemu, berinteraksi, dan belajar dari rekan-rekan mereka di Dongseo University. Interaksi dan komunikasi yang mereka bangun selama kegiatan sehari penuh dengan mahasiswa Korea dari Departemen Desain Komunikasi Visual di Dongseo University, menyediakan jembatan pengetahuan, pemahaman, dan saling menghormati satu sama lain.

Apa yang dialami para siswa, semoga, memberikan wawasan dan inspirasi dari apa yang ada di Korea. Sebuah negara lebih dari sekedar terkenal dengan budaya popnya. Pengalaman yang telah mereka pelajari di Korea, telah menemukan cara memperkaya pengetahuan mereka, semangat mereka, ketekunan mereka untuk menjadi lebih baik sebagai mahasiswa, sebagai pribadi, sebagai sebuah bangsa.

Baca lebih lanjut>
Launching Program Desain Fashion & Tekstil (DFT)
24 Agu 2018

Inovasi desain, kekinian, dan punya nilai jual,  itulah fokus dari Program Desain Fashion dan Tekstil (DFT) Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya yang baru menjalani perkuliahan sejak pertengahan Agustus 2018 lalu. “Mahasiswa akan mendapatkan ilmu pola busana dari basic anatomi sehingga mereka bisa menghasilkan karya kontemporer yang menjawab masalah fashion sekaligus dekat dengan kepedulian sosial. Misalnya mengusung ide zero waste fashion hingga fashion untuk difabel”, ujar Maria Nala Damajanti, S.Sn., M.Hum. selaku koordinator program DFT UK Petra.

“Pembukaan program ini merupakan respons terhadap himbauan Presiden Joko Widodo agar perguruan tinggi gesit dalam melakukan perubahan sebagai antisipasi era distrupsi ini. DFT hadir untuk memberikan peluang mengembangkan energi kreatifnya khususnya di bidang industri kreatif.”, ungkap Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng. selaku rektor UK Petra. Pogram yang berada di bawah naungan Program Studi Desain Komunikasi Visual (Prodi DKV) ini memuat 144 SKS, yang diselesaikan dalam 4 tahun.

DFT UK Petra akan mengajarkan konsep-konsep problem solving melalui fashion. “Kami menyebutnya ‘innofashion’, inovasi di bidang fashion yang tidak hanya punya dampak positif pada lingkungan tetapi yang memiliki nilai komersial. Inovasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan lokal konten seperti tenun ikat, jumputan, batik dan lain-lain. Sekaligus memberdayakan masyarakat lokal dan memberi nilai sosial. ‘Innofashion’ merupakan nyawa atau inti dari semua karya fashion yang dihasilkan.” ujar Maya.

Menghadirkan pengajar profesional di bidang fashion seperti Embran Nawawi, seorang fashion designer Surabaya, Aryani Widagdo, pendiri Arva School of Fashion, FX Heru seorang tenaga ahli fashion dan tekstil di Kementerian Perindustrian, sekaligus fashion designer dan pelaku industri fashion dan tekstil yang karyanya sudah banyak diekspor ke luar negeri. Serta Anne Avantie nama besar yang tak asing dalam industri fashion tanah air.

Program DFT UK Petra mengenalkan prinsip ethical fashion dan sustainability selain mengajarkan dasar desain fashion dan tekstil, branding, sejarah fashion, teknik menjahit manual hingga menggunakan software dan pengasahan minat seperti ke bidang aksesoris, fashion styling/wardrobe, fashion venture, atau jewelry. Lulusan DFT UK Petra akan menjadi desainer yang memiliki solusi kreatif serta bisa menghasilkan looks yang tak biasa serta ‘epik’.

Pada semester pertama, mahasiswa akan belajar mengenai desain fashion dari hal yang paling fundamental. Mulai dari pengetahuan dasar desain, warna, hingga komposisi. Tak hanya itu saja, para mahasiswa akan belajar sejarah budaya Indonesia termasuk sejarah fashion Asia dan seluruh dunia. Pada tiap akhir semester mahasiswa akan mendesain baju dengan menerapkan konsep inovasi sesuai minat masing-masing mahasiswa.

Baca lebih lanjut>
Menampilkan 1-2 dari 2 item.